Aku dan temen-temenku mewakili LPM PRIMA Fisip-Unej ikutan acara yang diselenggarakan oleh speedy yaitu Rally Blogger Competition yang berlangsung tanggal 16 Desember kemarin. Nah , itu acaranya kita (peserta) diajak konvoi atau jalan-jalan keliling kota jember naek motor. Rutenya dimulai sekaligus startnya dari TELKOM gajah mada -> Jln. Sultan Agung-> Jln.A. yani -> FLEXI center -> Jln. PB Sudirman -> Jln. Mastrip -> Jln. Kalimantan -> Jln. Jawa -> Jln. Karimata -> Jln. Panjaitan -> Jln. Trunojoyo -> Jln. Gajah Mada -> Finish (TELKOM Gajah Mada). Dari rute itu kita berhenti di dua titik yaitu alun-alun Jember dan depan kampus UNEJ.



Dalam Rally Blogger ini panitia mengajak peserta jalan-jalan untuk mencari sumber berita atau inspirasi yang nantinya dapat membantu dalam penulisan berita atau content karena dalam lomba blogger ini peserta diwajibkan membuat dua content yang salah satunya temanya sudah ditentukan oleh spedy dan tema laennya peserta diberi kebebasan untuk mencari sendiri tetapi tema yang didapat harus sewaktu rally blogger dan seputar jember .

Acaranya rame banget loh… Walaupun cukup ngebuat badan capek. Mana waktu rally blogger tu perjuangan banget. Gimana enggak perjuangan banget.. uda waktu aku berangkat ke TELKOMnya kena ujan. Tapi waktu pemberangkatan acara untungnya uda reda ujannya walaupun abiz itu panas banget. Eh, ditenga jalan tepatnya di Jln. Karimata aku dan peserta Rally Blogging lainnya diguyur ujan sampe tempat finish. Huhf,, sungguh penuh dengan perjuangan. Untungnya setelah acara itu aku enggak sampe sakit. Tapi enggak apa-apa Lah itung-itung buat refresing juga. Hehe..
Nah, waktu Rally Blogger itu aku dapat inspirasi buat content ku yang ini. Aku mau ngulas sedikit realitas yang ada di Jember ini. Halte.. halte.. dan halte.. Pasti uda enggak asing lagi kan dengan kata-kata ini. Bahkan sering kita denger. Dan pastinya uda pada ngerti fungsinya halte kan. Sebelumnya mungkin buat banyak orang atau orang-orang yan baca content ku ini bilang “enggak penting banget sich beritanya yang diambil. Kayak enggak da berita lain aja”. Terserah orang mau nilai apa tentang tulisan ku ini. Tapi enggak buat aku. Aku ngerasa berita ini penting. Disini aku mau sekedar kasih informasi aja buat semuanya. Pasti dalam pikiran kita halte adalah tempat singgah orang untuk menaiki dan turun dari bis atau kendaran umum. Memang benar sich fungsi halte pertama adalah untuk itu. Tapi apakah kita tau kalau sebenarnya halte mempunyai banyak banget manfaatnya mulai dari tempat kita menunggu bis, angkutan umum atau seseorang yang sedang kita nanti, tempat berteduh dari hujan dan terik matahari, bahkan untuk istirahat sebagian orang sementara. Kalau sudah tidak membutuhkan halte itu lagi mereka meninggalkannya begitu saja, sendiri, sepi dan tanpa teman (sedikit berlebihan kan enggak apa-apa..xixixi). Memang halte benda mati yang enggak bisa ngerasain apa-apa(kalau benda hidup bukan halte namanya dan pastinya yang datang ke halte pada berlarian ketakutan. Heheh..). Tapi dia udah banyak banget bantu orang.


Kalau kita perhatikan wajah halte yang ada. Aku yakin pasti banyak banget kekotoran-kekotoran disitu. Salah satunya kemarin waktu aku ngeliat banyak banget halte yang ada di jember. Sungguh mengenaskan banget kondisinya. Banyak banget tempelan-tempelan, coretan tangan yang tidak bertanggung jawab, banyak orang berjualan, kondisinya yang mana atapnya uda rusak atau uda pada bolong. Pokoknya uda enggak banget deh…!!! Kalau boleh milih gitu mending semua halte itu dibongkar aja daripada ngebuat pemandangan jelek. Miris banget deH ngeliatnya…
Coba aja liat sendiri kalau enggak percaya gimana kondisi halte-halte yang ada di Jember ini. Harusnya kita menjaga halte-halte itu. Toh, nantinya itu juga kembali lagi manfaatnya untuk kita. Coba bayangin aja kalau misal enggak ada halte banyak orang yang kehilangan tempat singgah sementara waktu ujan dan kena terik matahari yang panas banget dan tempat nunggu.

Sewaktu melintasi alun-alun kota Jember, disitu aku liat ada beberapa pekerja bangunan dan ada tulisan besar “under renovation”. Ternyata disitu ada kegiatan pemugaran taman kota. Kalau diliat ironis banget kalau kataku. Gimana enggak…!!! Coba bayangin aja dari pada ngebuat atau ngerenovasi hal seperti itu yang enggak terlalu bermanfaat buat orang banyak. Paling hanya untuk memperindah aja. Padahal setahuku taman kota itu juga enggak kenapa-kenapa sebelumnya mending ngerenovasi halte-halte yang rusak yang kondisinya mengenaskan itu yang uda banyak memberikan manfaat untuk orang banyak. Seharusnya Pemda(pemerintah daerah) lebih mengutamakan layanan umum dulu donk..!!! Aku kalau boleh dibilang sungguh kecewa banget dengan keputusan Pemda dalam kegiatan pemugaran taman kota tersebut. Harusnya biaya untuk pemugaran taman kota itu dapat digunakan untuk pembenahan halte-halte tersebut. Lagean biaya yang dikeluarkan juga sama-sama besar tapi lebih bermanfaat untuk pembenahan halte. Hal yang sebenarnya cukup dibilang urgent aja enggak di perhatikan oleh Pemda setempat. Mungkin itu halte merupakan hal kecil untuk mereka yang enggak perlu perhatian tapi kalau menurutku itu sangat butuh perhatian sekali. Enggak tau para orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan itu bener-bener enggak tau atau emang enggak mau tau. Aku juga enggak ngerti tapi cukup kasih bukti dan penilian sendiri untuk aku dari kondisi yang aku liat sendiri. Saranku untuk semua masyarakat dan pemerintahan di Jember khususnya “jangan jadi orang seperti kacang yang lupa kulitanya atau habis manis sepah di buang”. Jadi orang yang mempunyai tanggung jawab dan peduli lingkungan sekitar. Kalau enggak dimulai dari sekarang trus kapan? Bener enggak.. ![]()
Sedikit uneg-uneg dan info yang bisa aku kasihkan dari hasil rally blogger kemarin.
tulisan ini cukup menarik, dan menjadi nominasi ke empat hasil review pada Speedy Blogger Competition, tehnik penulisaanya aja yang perlu diperbagus lagi biar lebih nyaman di baca.
Keep Blogging
Teroes Berdjoeang dan Tetap semangat
[...] berbinar.Alun-alun kota yang menjadi poros terus dipoles, meskipun menimbulkan pro dan kontra disana-sini. Tempat-tempat hiburan dan perumahan pun tumbuh subur mewarnai hari-harimu. Perayaan demi [...]
semua itu dilakukan hanya untuk mencari perhatian belaka.
kalau kita sedikit menoleh di balik kemegahan jember yang penuh kemunafikan, sebenarnya masih banyak masyarakat yang kekurangan dan bahkan terbelakang.
makasih atas pemberitahuannya…
dan terima kasih juga atas komentarnya…